Home » Berita Bola » Agen Bola Online – Tanda Tanya Besar BOPI Soal ISC

Agen Bola Online – Tanda Tanya Besar BOPI Soal ISC

Agen Bola Online – Tanda Tanya Besar BOPI Soal ISC

Agen Bola Sbobet – Starball88.club – Berita Bola, Jakarta – Setumpuk pertanyaan diajukan BOPI terkait rencana digelarnya Indonesia Soccer Championship (ISC) oleh PT Gelora Trisula Semesta. Yang paling mendasar, turnamen tersebut dianggap tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

PT Gelora Trisula Semesta sudah mengajukan pemohonan rekomendasi pada BOPI untuk menggelar ISC pada tanggal 29 Maret 2016. Persiapan menggelar kompetisi terlihat sudah memasuki tahap akhir dengan kickoff dijadwalkan digelar pada 16 April mendatang.

Tapi permohonan rekomendasi tersebut kini terindikasi tidak akan diberikan oleh BOPI. Sebabnya, PT GTS tidak menyertakan rekomendasi dari Tim Transisi Tata Kelola Sepakbola Nasional. Tim Transisi yang dibentuk pemerintah saat ini bertindak sebagai acting PSSI setelah PSSI yang dipimpin La Nyalla Mattalitti dibekukan.

“Pertanyaannya, dari mana dasar hukum mendirikan kompetisi bernama ISC?…Dari mana PT GTS mendapatkan mandat menggelar kompetisi ISC? Apalagi, formatnya liga. BOPI harus mempelajari secara cermat, tepat, dan akurat sebelum mengeluarkan rekomendasi,” kata Ketua BOPI, Mayjen (Pur) Noor Amman.

Menurut Noor Amman, sejauh ini sejumlah kompetisi yang berformat turnamen yang sudah digelar punya dasar hukum (legal standing) yang jelas. Mulai dari Piala Kemerdekaan, Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, Piala Gubernur Kalimantan Timur, sampai Piala Bhayangkara. Seluruhnya mendapatkan restu baik dari Tim Transisi Tata Kelola Sepakbola Nasional maupun Pemerintah karena jelas legal standing-nya. Sejauh ini, BOPI mendapatkan informasi bahwa ISC yang akan digelar PT GTS belum menyampaikan permohonan rekomendasi kepada Tim Transisi Tata Kelola Sepakbola Nasional.

“Prosedurnya harus jelas agar semua bisa berjalan sesuai cita-cita reformasi tata kelola sepak bola nasional,” lanjut Noor Amman dalam rilis yang diterima detikSport.

BOPI juga tidak mau sembarangan mengeluarkan remomendasi untuk kompetisi yang berformat liga. Ada banyak hal yang harus dipenuhi oleh klub dan operator kompetisi untuk bisa menggelar liga, di antaranya adalah lisensi klub professional berdasarkan standar FIFA/AFC, ketentuan dan legalitas pemain asing, kontrak pemain dengan badan hukum klub wajib sesuai dengan regulasi FIFA dan juga regulasi negara (UU Ketenagakerjaan), sampai kepada pemberlakukan asuransi kepada para pemain. BOPI tak mau kejadian penunggakan gaji pemain kembali terulang. BOPI juga menuntut klub memiliki badan hukum berbentuk perusahaan dan bukannya badan hukum bodong.

“Kalau ISC mau dijadikan proyek percontohan, maka semuanya harus jelas dan transparan. Mulai dari sumber pendanaan, business model sampai perlindungan terhadap pemain dan karyawan lainnya serta status badan hukum/perusahaan yang menaungi klub peserta. Jangan sampai di tengah jalan malah menimbulkan banyak masalah atau mengulang masalah-masalah sebelumnya,” kata Noor Amman.

BOPI juga mempertanyakan status PT GTS yang kabarnya merupakan anak perusahaan PT Liga Indonesia. Padahal PT Liga Indonesia merupakan salah satu target agenda reformasi Tata Kelola Sepak Bola Indonesia. Dikhawatirkan ISC cuma kamuflase dari ISL yang disamarkan.

“Nah, ini yang harus diperjelas terlebih dahulu. Jangan sampai main kucing-kucingan. Kita harus punya niat yang tulus untuk membenahi dan mereformasi sepak bola nasional ke arah yang lebih baik. Sepak bola yang bersih, sehat secara finansial, dan berprestasiReformasi sepak bola nasional tak boleh setengah-setengah. Harus tuntas sampai akar-akarnya. Ini harapan semua pecinta sepak bola nasional,” ucap Sekjen BOPI, Heru Nugroho.